SUMBER DAYA ENERGI
PEMANFAATAN
ENERGI NUKLIR
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Robbil Alamin, kami panjatkan puji syukur kepada allah SWT, karena atas izin dan rahmat-nya sehingga makalah Smber Daya Energi dengan judul “ PEMEMFAATAN ENERGI NUKLIR“ dapat kami selesaikan.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempuirnaan. Oleh karena itu, kami minta segala bentuk saran dan kritik yang bersifat membangun bagi laporan ini.
Tak lupa pula kami mengucapakan banyak terima kasih kepada keluarga ”Google” kami yang telah banyak membantu dalam hal penyusunan makalah ini dan tak lupa pula seluruh pihak yang telah membantu kami. Amin.
Demikianlah sekapur sirih dari kami dan lebih kurangnya mohon dimaafkan.
Wassalamualaikum wr wb.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Robbil Alamin, kami panjatkan puji syukur kepada allah SWT, karena atas izin dan rahmat-nya sehingga makalah Smber Daya Energi dengan judul “ PEMEMFAATAN ENERGI NUKLIR“ dapat kami selesaikan.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempuirnaan. Oleh karena itu, kami minta segala bentuk saran dan kritik yang bersifat membangun bagi laporan ini.
Tak lupa pula kami mengucapakan banyak terima kasih kepada keluarga ”Google” kami yang telah banyak membantu dalam hal penyusunan makalah ini dan tak lupa pula seluruh pihak yang telah membantu kami. Amin.
Demikianlah sekapur sirih dari kami dan lebih kurangnya mohon dimaafkan.
Wassalamualaikum wr wb.
Pasir sebagai Sumber
Energi
L. Wilardjo (Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga)
L. Wilardjo (Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga)

RUBRIK "Ilmu
Pengetahuan" berturut-turut (14 dan 15/4/2003) menyuguhkan artikel tentang
energi masa depan. Dr Wahyu Supartono menceritakan penemuan tak sengaja (serendipiteous)
di PT Wacker Berghausen, yang memberikan gagasan kepada Prof Nobert Auner dari
Universitas Frankfurt untuk menyadap energi yang terkandung di dalam silisium,
konstituen utama dari pasir. Sedangkan Prof Wasrin Syafii menguraikan cara
"berkebun energi" dengan memanfaatkan biomassa dari tumbuhan di hutan
untuk menangkap energi dari sinar Matahari.
MENGUTIP Christ Lewis,
Prof Wasrin Syafii mengatakan bahwa gas alam, minyak bumi, dan batu bara
diperkirakan akan habis berturut-turut pada tahun 2047, 2080, dan 2180. Sumber
daya energi nuklir bahkan diperkirakan akan sudah habis pada tahun 2017.
Oleh karena
mengantisipasi segera akan habisnya sumber- sumber daya energi fosil dan nuklir
itu, negara-negara maju giat melakukan litbang (penelitian dan pengembangan)
untuk menemukan dan memanfaatkan sumber-sumber daya energi alternatif.
Pasir, seperti diceritakan
Dr Wahyu Supartono, merupakan salah satu sumber energi alternatif. Biomassa
yang dikedepankan Prof Wasrin Syafii juga merupakan sumber energi alternatif,
dan bahkan lebih baik sebab sumber daya energi ini terbarukan.
Selama bertahun-tahun
sejak masa Orde Baru sampai Orde Reformasi, pasir laut kita ditambang secara
besar-besaran dengan kapal-kapal keruk. Penambangnya ada yang mengantongi izin
resmi, ada juga secara liar mencuri pasir laut itu.
Pasir itu dijual ke
Singapura dan dipakai negara jiran itu untuk mereklamasi pantainya sehingga
negara pulau itu bertambah areanya. Jadi, pasir laut itu hanya dinilai sebagai
tanah uruk (land-fill), dan karena dibeli secara borongan dengan partai besar,
harganya sangat murah.
Entah sudah berapa ratus
ribu ton pasir laut kita diobral ke Singapura. Laut di sana menjadi keruh
sehingga ikannya menyingkir dan tak lagi dapat ditangkap oleh nelayan
tradisional di Kepulauan Riau.
Dr Wahyu Supartono
menerangkan bahwa pasir itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Konstituen
utamanya, yakni silisium, juga dapat diolah menjadi silikon, salah satu bahan
semikonduktor yang dipakai untuk memproduksi peranti-peranti elektronik
(electronic devices).
MOSFET (metal-oxyde
semiconductor field-effect transistor) sudah lama dikenal sebagai peranti
yang dapat difungsikan sebagai gerbang elektronik. Puluhan bahkan ratusan ribu
peranti semacam itu dapat dirangkun ke dalam satu cebis tunggal.
Istilah teknisnya VLSI (very
large scale integration) atau perangkunan berskala amat besar. Walaupun
sudah tertinggal sangat jauh, putra-putri bangsa kita juga melakukan penelitian
di bidang ini.
Dr Tatty Menko di ITB,
misalnya, sedang menggarap "cetakan" untuk merangkai peranti-peranti
semikonduktor itu menjadi cebis renik (microchip) dengan perangkunan berskala
besar (LSI/large scale integration).
Prof Mohamad Barmawi,
juga dari ITB, meneliti kemungkinan penggunaan silikon nitrida yang dibuat
dengan teknik pendadahan (doping) khusus untuk membuat diode pancar cahaya
(LED/light-emitting diode) dengan efisiensi konversi ke cahaya yang tinggi, dan
dengan spektrum yang mendekati cahaya alam di siang hari.
Potensi yang terkandung
dalam pasir laut ini sama sekali tidak diperhitungkan sehingga juga tidak
dikertaaji (not monetized). Singapura memang memakai pasir laut yang diimpor
dari Indonesia sebagai tanah uruk. Tetapi pada ketepatan waktunya kelak, kalau
perlu negara pulau kecil yang ipteknya berkembang dengan pesat itu dapat saja
menambang pasir lagi dari pantainya, lalu mengekstraksi silikonnya.
Sumber energi nuklir
Selain mengandung
silikon, konon pasir laut yang dijual murah ke Singapura itu juga mengandung
torium. Dr Anggraito Pramudito APU, dari PPNY-BATAN mengatakan hal itu kepada
saya.
Waktu itu kami sedang
mengikuti suatu konferensi internasional. Anggraito menyesalkan pengobralan
pasir laut itu, sambil memberi saya makalah yang telah ditulisnya, tentang
penguat energi (energy amplifier). Barangkali karena penguat energi itu
merupakan bagian dari teknologi nuklir untuk membangkitkan energi elektrik,
maka ia lalu menyinggung kandungan torium dalam pasir laut Riau.
Torium (Th-232)
ialah bahan-bakar subur (fertile) karena dapat membiakkan bahan-bakar
terbelahkan (fissile). Torium ialah unsur nomor 90 dalam Tabel Periodik. Di
dalam inti atomnya terdapat 90 proton.
Dalam uranium alam,
kadar uranium 233 (U-233) teramat sangat rendah, tetapi U-233 yang terbelahkan
ini dapat diperoleh dari Th-232. Dengan menangkap neutron, Th-232 menjadi
terteral (excited) dan memancarkan sebagian energinya berupa sinar gamma.
Oleh karena setelah
tangkapan menyinar (radiative capture) ini Th-233 yang terbentuk dari Th-232
plus neutron itu belum mantap juga, maka ia meluruh (decays) dua kali
berturut-turut dengan melepaskan zarah beta (elektron).
Karena di dalam inti
atom tidak ada elektron, maka zarah beta itu pastilah tercipta ketika neutron
di dalam inti berubah menjadi proton. Karena emisi zarah beta itu dua kali,
maka inti torium itu memperoleh tambahan dua proton.
Nomor atom (jumlah
proton di dalam inti)-nya bertambah dua, menjadi 90 + 2 = 92. Unsur nomor 92
ialah uranium. Jadi telah diperoleh U-233, dan U-233 sama baiknya dengan U-235
atau Pu-239 (plutonium), baik sebagai bahan bakar yang dipakai dalam PLTN untuk
mebangkitkan energi elektrik maupun untuk membuat senjata nuklir!
Jadi, Singapura
berpotensi untuk memperoleh keuntungan lebih besar lagi dari impor pasir
lautnya dari Indonesia. India telah maju dalam perencanaan pemanfaatan torium
sebagai bahan bakar subur.
Ramalan Bill Clinton
Prof Wasrin Syafii
menyebutkan tahun 2017 sebagai saat tamatnya riwayat energi nuklir, dengan
catatan "kecuali kalau nuclear breeder atau nuclear fusion bisa
dikembangkan.
Sebenarnya reaktor
pembiak (breeder reactor) sudah ada. Perancis konon telah mengoperasikan LMFBR
(liquid metal fast breeder reactor) atau reaktor pembiak cepat (berpendingin)
logam cair.
Yang dibiakkan adalah
Pu- 239 dan bahan subur yang dipakai untuk membiakkannya adalah U-238.
Reaktornya disebut reaktor cepat sebab neutron yang mengimbaskan pembelahan
inti adalah neutron cepat, dengan energi lebih dari 1 MeV (mega-elektron-volt).
Logam cair yang dipakai sebagai zat pendingin ialah lelehan natrium.
Fusi nuklir secara
terkendali masih terus dalam tahap penelitian dan pengembangan. Ketika masih
menjadi Presiden, pada tahun 1998, Bill Clinton memprediksikan bahwa di tahun
2048 dunia akan melihat beroperasinya secara komersial PLT-fusi nuklir,
bersamaan dengan terberantasnya secara tuntas AIDS (sindrom penurunan kekebalan
tularan).
Kalau ramalan itu jitu,
dunia dapat menghentikan pemakaian bahan bakar fosil yang masih tersisa sebab
gas buangannya mencemari lingkungan dan dapat menyebabkan hujan asam dan
pemanasan global.
Kimia dan nuklir
hidrogen
Pada dasarnya, PLT-fusi
nuklir memperoleh energi dari perpaduan 4 proton (= inti hidrogen) menjadi inti
helium. Yang lebih prospektif untuk direalisasikan lebih dulu ialah fusi antara
deuteron dan triton yang membentuk helium plus neutron.
Deuteron dan triton itu
keduanya ialah inti isotop-isotop hidrogen. Jadi, dalam PLT-fusi nuklir sumber
energinya ialah (inti) hidrogen.
Sementara menanti
kehadiran energi nuklir hidrogen itu, barangkali kita akan memakai energi
hidrogen juga, tetapi hanya energi kimianya. Litbang sel bahan-bakar (fuel
cells) sekarang menunjukkan kemajuan besar.
Setelah energi kimia
atom hidrogen dalam senyawa hidrokarbon disadap dalam sel bahan bakar, kemajuan
berikutnya ialah penggunaan secara langsung H2 sebagai sumber energi kimia
dalam sel bahan bakar.
Yang jangan dilupakan
ialah energi nuklir hidrogen dari alam, dari reaksi termonuklir yang terjadi di
Matahari. Sumber daya energi yang sangat besar dan ramah lingkungan ini juga
harus ditangkap.
Bukan hanya dengan cara
"berkebun" seperti disarankan Prof Wasrin Syafii, tetapi juga dengan
teknologi tinggi. Efisiensi sel surya harus ditingkatkan. Perakitannya dalam
skala besar juga harus terus digarap, seperti dalam litbang satelit daya surya
(SPS/solar power satellite) di Jepang.
Sumber : Kompas (Mei 2003)
Makasih Sappo...
BalasHapus